![]() |
| Secangkir waktu untuk diri sendiri, sebelum kembali menjalani hari 💐 - Blog Cerita Kemuning |
Tentang perempuan sederhana yang tidak mencari kesempurnaan, hanya seseorang yang tahu cara menjaga hati
Ada satu quotes yang entah kenapa berhenti lama di pikiranku.
"Hanya karena aku tidak menuntut banyak, bukan berarti aku pantas menerima seadanya. Aku cuma tidak ribet, bukan berarti aku tidak punya standar."
Lucu ya, kadang sebuah kalimat dari orang lain bisa terasa seperti sedang berbicara langsung kepada kita. Padahal dia tidak mengenal kita, tidak tahu cerita panjang yang kita simpan, tidak tahu berapa banyak hal yang sudah kita lewati.
Tapi kalimat itu datang seperti mengetuk pintu hati yang selama ini diam.
Aku memang bukan seseorang yang suka meminta banyak. Aku tidak terbiasa membuat daftar panjang tentang bagaimana orang harus memperlakukanku. Aku bukan tipe yang sibuk menghitung apa yang kurang dari seseorang.
Bukan karena aku tidak punya keinginan.
Bukan karena aku tidak punya standar.
Aku hanya belajar bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai daftar yang kita buat.
Aku bisa menerima kekurangan seseorang, karena aku pun sadar aku bukan manusia sempurna. Aku punya kekacauan sendiri, punya cerita yang mungkin tidak selalu indah untuk diceritakan.
Aku hanya perempuan biasa yang menjalani hidup dengan cara yang kadang berantakan.
Ada hari-hari ketika aku merasa hebat karena berhasil melewati semuanya. Ada juga hari ketika aku hanya ingin duduk diam sambil bertanya, "Sebenarnya aku sedang menuju ke mana?"
Aturan hidupku mungkin tidak serapi orang lain.
Jalanku mungkin tidak selalu lurus.
Tapi bukan berarti aku tidak berusaha.
Kadang orang melihat seseorang yang diam lalu menganggap dia tidak mengerti apa-apa. Melihat seseorang yang tidak banyak bicara lalu berpikir dia tidak punya pendapat.
Padahal diam bukan berarti kosong.
Seseorang yang terlihat tenang bisa saja sedang memikirkan banyak hal. Seseorang yang jarang mengeluh bisa saja sudah terlalu sering belajar menyelesaikan semuanya sendiri.
Aku mungkin tidak banyak bicara tentang apa yang aku rasakan, tapi bukan berarti aku tidak punya perasaan.
Aku mungkin tidak menunjukkan banyak hal, tapi bukan berarti aku tidak mampu memahami.
Aku bisa belajar.
Aku bisa berkembang.
Aku bisa mengerti banyak hal, bahkan mungkin lebih dari yang orang kira.
Kadang aku merasa lucu dengan hidup ini.
Aku datang dengan apa adanya, tanpa membawa banyak hal untuk dibanggakan. Aku bukan seseorang yang punya segalanya. Aku hanya punya diriku sendiri, dengan segala kekurangan dan cerita yang belum selesai.
Tapi entah kenapa, beberapa orang yang datang justru terlihat seperti membawa "ada apanya".
Datang bukan sekadar ingin mengenal, tapi seperti mencari sesuatu.
Datang bukan untuk menemani perjalanan, tapi ingin mengambil bagian yang mereka butuhkan.
Dan di titik itu aku belajar, ternyata menjadi sederhana bukan berarti boleh diperlakukan sembarangan.
Menjadi perempuan yang tidak banyak meminta bukan berarti bisa diberi sisa.
Menjadi perempuan yang mudah memahami bukan berarti harus selalu mengalah.
Aku tidak mencari seseorang yang datang membawa janji besar.
Aku tidak membutuhkan seseorang yang terlihat sempurna.
Karena aku tahu, manusia tetap manusia. Pasti punya kurang dan lebih.
Yang aku harapkan sebenarnya sederhana.
Aku hanya ingin seseorang yang bisa menjaga hati yang sudah berusaha kuat ini.
Seseorang yang tidak datang untuk memperbaiki aku seperti aku ini rusak.
Aku bukan benda pecah yang harus diperbaiki.
Aku hanya seseorang yang ingin ditemani bertumbuh.
Aku tidak meminta seseorang mengambil alih hidupku.
Aku tidak meminta seseorang menyelesaikan semua masalahku.
Aku hanya berharap ada seseorang yang tahu caranya berjalan bersama. Yang tahu kapan harus berbicara, kapan harus mendengar, kapan harus menggenggam tanpa membuat merasa terkekang.
Karena kadang yang paling melelahkan bukan masalah hidupnya.
Tapi perasaan berjalan sendiri sambil berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Mungkin aku terlihat biasa saja.
Mungkin hidupku tidak terlihat seperti cerita yang hebat.
Tapi aku percaya, setiap orang punya nilai yang tidak selalu terlihat dari luar.
Sebuah buku tidak menjadi tidak berharga hanya karena sampulnya sederhana.
Begitu juga seseorang.
Tidak semua hal harus terlihat mewah untuk memiliki arti.
Aku mungkin tidak punya banyak hal untuk ditawarkan.
Tapi aku punya hati yang berusaha tulus.
Aku punya kesetiaan pada orang-orang yang aku anggap penting.
Aku punya kemauan untuk belajar.
Dan aku punya harapan kecil yang selalu aku titipkan kepada Tuhan.
Bukan doa untuk mendapatkan seseorang yang sempurna.
Tapi doa agar dipertemukan dengan seseorang yang tidak membuatku merasa salah karena menjadi diriku sendiri.
Seseorang yang tidak melihat kekuranganku sebagai alasan untuk merendahkan.
Seseorang yang tidak memanfaatkan diamku sebagai kesempatan untuk menyakiti.
Karena ternyata, perempuan yang terlihat sederhana pun tetap ingin dihargai.
Perempuan yang tidak banyak menuntut pun tetap ingin diperlakukan dengan baik.
Dan perempuan yang terlihat kuat pun tetap punya bagian hati yang ingin dijaga.
Jadi kalau suatu hari ada yang datang, semoga dia bukan hanya melihat apa yang bisa aku berikan.
Semoga dia juga melihat siapa aku.
Bukan karena aku butuh diselamatkan.
Tapi karena aku tahu, hidup akan terasa lebih indah jika dijalani bersama seseorang yang benar-benar tahu cara menghargai keberadaan kita.
Sebab aku bukan mencari seseorang untuk melengkapi kekuranganku.
Aku hanya berharap menemukan seseorang yang bisa berjalan bersamaku, sambil sama-sama belajar menjadi lebih baik.
---
Terima kasih sudah mau mampir membaca tulisanku. Aku masih belajar menulis, jadi aku sangat senang kalau ada yang betah baca sampai akhir. Kalau berkenan, tinggalkan komentar atau masukan ya, supaya aku bisa terus belajar dan membuat cerita yang lebih enak dibaca.
---

Tidak ada komentar:
Posting Komentar