Aku Pahlawan di Hidupku - Blurb

Dua ilustrasi Bimala: versi tubuh berisi dan versi lebih langsing. Keduanya berkulit kuning langsat, berambut panjang dikuncir kuda, memakai kaos putih dan celana mambo. Latar peach dengan daisy dan biru dengan rose, dipisah tengah sebagai simbol transformasi diri.

Dulu bertahan. Kini memilih bangkit. Inilah perjalanan Bimala - Blog Cerita Kemuning



Di sebuah kota yang tidak pernah benar-benar tidur, Bimala tumbuh di lantai dua ruko Toko Sembako Santosa—di antara suara obrolan ibu-ibu gang, aroma gorengan Mama, dan langkah pulang-pergi Bapak dari pabrik sepatu. Hidupnya sederhana, tapi batinnya tidak pernah sesederhana itu.

 

Mala, gadis montok berjiwa lembut, sering menjadi sasaran gurauan dan bisik-bisik yang menusuk halus. Mamanya terlalu takut ia kurus, bapaknya terlalu sayang untuk membiarkannya hilang percaya diri. Dan Mala… ia terjebak di tengah: ingin mencintai dirinya sendiri, tapi juga ingin dimengerti dunia.

 

Saat masa remaja mulai mengetuk, rasa minder ikut bangkit. Namun hidupnya perlahan berubah ketika ia mulai menemukan keberanian kecil—keberanian menolak definisi orang lain atas dirinya.

Dan ketika seorang laki-laki hadir dengan langkah tenang, menawarkan dukungan tanpa mengubah jati dirinya, Mala belajar bahwa kadang cinta datang bukan untuk “menyempurnakan”, tapi untuk menguatkan.

 

Ini adalah cerita tentang keluarga, tentang tubuh yang menjadi medan perang, tentang kota yang berisik, dan tentang seorang gadis yang akhirnya memilih berdiri tegak.

Sebab sebelum siapa pun datang… Mala harus menjadi pahlawan di hidupnya sendiri.

 

---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar