Ditolak berkali-kali, Sampai Akhirnya Membuat Blog Sendiri

Ilustrasi remaja putri sedang duduk di tepi sungai dan penuh bunga daisy dan rose
Ilustrasi remaja putri sedang duduk di tepi sungai - Blog Cerita Kemuning


Perjalanan menulis buatku nggak semulus yang orang bayangkan. Aku pernah ngalamin masa di mana semangatku rasanya udah penuh banget, tapi hasilnya justru bikin down.


Awalnya aku coba kirim cerita ke sebuah aplikasi menulis populer. Dengan percaya diri, aku bikin naskah, ngedit bab pertama berulang-ulang biar lebih menarik, lalu submit. Tapi kenyataannya, jawaban yang datang malah penolakan. Bukan cuma sekali, tapi berkali-kali.


Alasannya juga lumayan bikin nyesek: ceritaku dianggap nggak sesuai tren yang lagi populer.


Jujur aja, waktu itu aku sempat ngerasa, “Apa tulisanku jelek? Apa aku memang nggak berbakat?”


Rasanya Ditolak Terus


Setiap kali ditolak, aku jadi makin ragu sama diriku sendiri. Aku sempat coba ubah gaya nulis biar lebih mirip tren, tapi rasanya malah kayak bukan aku. Dan meskipun udah aku paksain, hasilnya tetap aja sama: ditolak.


Belum lagi, aku juga sempat ribet banget ngurusin tampilan blog. Aku pakai tema Emporio, dan aku sampai berjam-jam nyari cara ngubah tanggal publish lewat HTML. Kupikir, kalau tampilannya rapi, setidaknya aku punya wadah cadangan buat nulis. Tapi nyatanya? Tetap nggak nemu juga.


Titik Balik: Solusi Simpel Banget


Sampai akhirnya, aku nemu solusi yang sebenarnya sederhana banget. Aku tarik dulu postingan yang udah terlanjur publish ke draft, lalu aku jadwalin ulang sesuai tanggal yang aku mau.


Dan ternyata berhasil! Aku nggak perlu ngoprek HTML, nggak perlu pusing takut template rusak, tapi tetap bisa atur tanggal publish sesuai kebutuhan.


Dari situ aku sadar, kadang kita suka mikir solusinya harus rumit, padahal sebenarnya ada jalan gampang yang bisa dicoba.


Kenapa Aku Pilih Bikin Blog


Akhirnya aku mutusin buat bikin blog sendiri. Di sini aku bisa bebas nulis apa aja, tanpa harus takut ditolak atau dianggap “nggak sesuai tren”. Blog ini jadi rumah buat cerita-ceritaku yang sebelumnya ditolak, tapi tetap berharga buatku.


Kalau nanti ada yang nanya kenapa beberapa postingan tanggalnya berdekatan, aku bisa jujur aja: ceritanya memang pernah aku ajukan ke aplikasi, tapi ditolak. Jadi sekarang aku bagiin di blog, biar siapa pun yang mau baca, bisa baca di sini.


Buat Kamu yang Pernah Ditolak


Kalau kamu juga pernah ngalamin ditolak, jangan buru-buru mikir tulisanmu jelek. Bisa jadi, tempatnya aja yang belum tepat.


Kadang kita nggak harus nunggu pintu dibukain orang lain. Kita bisa bikin pintu kita sendiri. Buatku, itu adalah blog ini.


Menulis bukan cuma soal populer atau nggak, tapi soal keberanian buat terus berbagi. Selama kita masih punya niat tulus, selalu ada jalan untuk cerita kita.


---


Terima kasih sudah mau mampir membaca tulisanku. Aku masih belajar menulis, jadi aku sangat senang kalau ada yang betah baca sampai akhir. Kalau berkenan, tinggalkan komentar atau masukan ya, supaya aku bisa terus belajar dan membuat cerita yang lebih enak dibaca.



---
Ilustrasi remaja putri sedang bermain ayunan di taman penuh bunga di depan istananya.
Ilustrasi remaja putri sedang bermain ayunan di taman istananya - Blog Cerita Kemuning


2 komentar: